Inilah 10 Puskesmas Yang Sudah Terakreditasi Kementrian Kesehatan

Inilah 10 Puskesmas Yang Sudah Terakreditasi Kementrian Kesehatan Per November 2015 -

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Kamis, 26 November 2015

Bayi Baru Lahir Normal: Pengertian, Adaptasi Fisiologi dan Perilaku

Pengertian Bayi Baru Lahir Normal

Bayi baru lahir adalah bayi dari lahir sampai dengan usia 4 minggu, biasanya lahir pada
usia kehamilan 38 minggu sampai 42 minggu (Wong, 2003).

Bayi baru lahir harus memenuhi sejumlah tugas perkembangan untuk memperoleh dan mempertahankan eksistensi fisik secara terpisah dari ibunya. Perubahan fisiologis dan psikososial yang besar yang terjadi pada saat bayi lahir memungkinkan transisi dari lingkungan intrauterin ke lingkungan ekstrauterin, Perubahan ini menjadi dasar petumbuhan dan perkembangan kemudian hari (Bobak, 2005).

Adaptasi Fisiologis Bayi Baru Lahir Normal

Segera setelah lahir, BBL harus beradaptasi dari keadaan yang sangat tergantung menjadi mandiri secara fisiologis. Banyak perubahan yang akan dialami oleh bayi yang semula berada dalam lingkungan interna (dalam kandungan Ibu) yang hangat dan segala kebutuhannya terpenuhi (O2 dan nutrisi) ke lingkungan eksterna (diluar kandungan ibu) yang dingin dan segala kebutuhannya memerlukan bantuan orang lain untuk memenuhinya. Saat dilahirkan, bayi baru lahir memiliki prilaku dan kesiapan interaksi social(Bobak, 2005).

Perubahan- perubahan yang akan terjadi pada bayi di bagi menurut karakteristik, antara lain: (Bobak, 2005)

1. Karakteristik Biologis

a. Sistem Kardiovaskuler
Sistem kardio vaskuler mengalami perubahan yang mencolok setelah bayi lahir. Foramen ovale, diuktus arterosus, dan duktus venosus menutup . arteri umbilikalis, dan arterihepatika menjadi ligamen. Napas pertama yang dilakukan bayi baru lahir membuat paru-paru mengalir. Tekanan arteri pulmonari menurun. Rangkain pristiwa besar ini merupakan mekanisme besar yang menyebabkan tekanan arteri kanan menurun. Aliran darah pulmoner kembali meningkat ke jantung dan masuk ke jantunmg bagian kiri, sehingga tekanan atrium kiri meningkat. Perubahan tekanan ini menyebabkan foramen ovale menutup. Selama beberapa hari pertama kehidupan, 6 tangisan dapat mengembalikan aliran darah melalui foramen ovale untuk sementara dan mengakibatkan sianosis ringan.

Frekuensi denyut jantung bayi rata-rata 140 kali/menit saat lahir, dengan variasi berkisar antara 120 sampai 160 kali/menit. Frekuensi saat bayi tidur berbeda dari frekuensi saat bayi bangun. Pada usia satu minggu, frekuensi denyut jantung bayi rata-rata ialah 128 kali/menit saat tidur dan saat bangun 163 kali/menit. Pada usia satu bulan frekuensi138 kali/menit saat tidur dan 167 kali/menit saat bangun. Aritmia sinus (denyut jantung yang tidak teratur ) pada usia ini dapat dipersepsikan sebagai suatu fenomena fisiologis dan sebagai indikasi fungsi jantung yang baik.

Tekanan darah sistolik bayi baru lahir ialah 78 dan tekanan diastolik rata-rata ialah 42. Tekanan darah berbeda dari hari ke hari selama bulan pertama kehamilan. Tekanan darah sistolik bayi sering menurun (sekitar 15 mmHg ) selama satu jam pertama setelah lahir. Menangis dan bergerak biasanya menyebabkan peningkatan tekanan darah sistolik.

Volume darah bayi baru lahir bervariasi dari 80 sampai 110 ml/kg selama beberapa hari pertama dan meningkat dua kali lipat pada akhir tahun pertama. Secara proporsional, bayi baru lahir memilki volume darah sekitar 10 % lebih besar dan memilki jumlah sel darah mertah hamper 20 % lebih banyak daripada orang dewasa.

Akan tetapi, darah bayi baru lahir mengandung volume plasma sekitar 20 % lebih kecil bila dibandingkan dengan kilogram berat badan orang dewasa. Bayi premature memilki volume darah yang relative lebih besar daripada bayi baru lahir cukup bulan. Hal ini disebabkan bayi prematur memilki proporsi volume plasma yang lebih besar, bukan jumlah sel darah merah yang lebih banyak (Bobak, 2005)

b. Sistem Hematopoesis
Saat bayi lahir, nilai rata-rata hemoglobin (Hb), hematokrit dan Sel darah merah (SDM) lebih tinggi dari nilai normal orang dewasa. Hemaglobin bayi baru lahir berkisar antara 14,5 sampai 22,5 g/dl. Hematokrit bervariasi dari 44% sampai 72% dan hitung SDM berkisar antara 5 sampai 7,5 juta/mm3.

Secara berturut-turut, hemoglobin dan sel darah merah menurun sampai mencapai kadar rata-rata 11 sampai 17 g/dl dan 4,2 sampai 5,2 /mm3  pada akhir bulan pertama. Darah bayi baru lahir mengandung sekitar 80% hemoglobin janin. Persentasi hemoglobin janin menurun sampai 55% pada minggu kelima dan sampai 5 % umur sel yang mengandung hemodlobin janin lebih pendek.

Leukosit janin dengan nilai hitung sel darah putih sekitar 18.00/mm3  merupakan nilai normal saat bayi lahir.Jumlah leukosit janin, yang sebagian besar terdiri dari polimorf ini meningkat menjadi 23.000 sampai 24.000 mm3 pada hari pertama setelah bayi lahir. Golongan darah bayi lahir ditentukan pada awal kehidupan janin. Akan tetap, selama periode neonatal terjadi peningkatan kemampuan aglutinogen membrane sel darah merah secara bertahap. Hitung thrombosis dan agregasi thrombosis sama penting, baik bayi baru lahir maupun bagi orang dewasa. Kecendrungan pendarahan pada bayi baru lahir jarang terjadi pembekuan darah cukup untuk mencegah pendarahan hanya terjadi difisiensi vitamin K (Bobak, 2005).

c. Sistem Pernapasan
Penyesuaian paling kritis yang harus di alami bayi baru lahir ialah penyesuaian sistem pernafasan. Paru–paru bayi cukup bulan mengandung sekitar 20 ml cairan/kg. Pola pernafasan tertentu menjadi karakteristik bayi baru lahir normal yang cukup bulan.

Setelah pernafasan mulai berfungsi, nafas bayi menjadi dangkal dan tak teratur, berfariasi dari 30 sampai 60 x/menit. Disertai apnea singkat (kurang dari 15 detik). Periode apnea singkat ini paling sering terjadi selama siklus tidur aktif (Rapid Eye Movement/REM). Durasi dan frekuensi apnea menurun seiring peningkatan usia. Periode apnea lebih dari 15 detik harus dievaluasi (Bobak, 2005)

d. Sistem Ginjal
Bayi baru lahir memiliki rentang keseimbangan kimia dan rentang keamanan yang kecil. Infeksi, diare, dan pola makan yang tidak teratur secara cepat dapat menimbulkan asidosis dan ketidak seimbangan cairan seperti dehidrasi atau edema.

Ketidak maturan ginjal juga membatasi kemampuan bayi baru lahir untuk mengekskresi obat. Biasanya sejumlah kecil urine terdapat pada kandung kemih bayi saat lahir, tetapi bayi baru lahir memungkinkan tidak mengeluarkan urine selama 12 sampai 24 jam. Berkemih sering terjadi selama periode ini. Berkemih 6 sampai 10x dengan warna urine pucat menunjukan masukan cairan yang cukup. Umumnya, bayi cukup bulan mengeluarkan urine 15 sampai 60 ml per kilogram per hari (Bobak, 2005)

e. Sistem Gastrointestinal
Bayi baru lahir cukup bulan mampu menelan, mencerna, memetabolisme dan mengabsorbsi protein dan karbihidrat sederhana, serta mengemulsi lemak. Kecuali amylase pancreas, karakteristik enzim dan cairan pencernaan bahkan sudah ditemukan pada bayi yang berat badan lahirnya rendah. Adapun beberapa perubahan fisiologis pada system cerna antara lain :

1) Pada Pencernaan
Keasaman lambung bayi pada saat lahir pada umumnya sama dengan keasaman lambung orang dewasa, tetapi akan menurun dalam satu minggu dan tetap rendah selama dua sampai tiga bulan. Penurunan keasaman lambung ini dapat menimbulkan “kolik”. Bayi yang mengalami kolik tidak dapt tidur, menangis dan tampak distress di antara waktu makan.gejala ini akan hilang setelah bayi berusia 3 bulan.

Bising usus bayi dapat didengar 1 jam setalah lahir. Kapasitas lambung bervariasi dari 30 sampai 90ml tergantung pada ukuran bayi. Waktu pengosongan lambung sangat bervariasai. Beberapa factor seperti waktu pemberian makanan dan volume makanan, jenis dan suhu makanan serta strees psikis dapat mempengaruhi waktu pengosongan lambung (Bobak, 2005)

2) Tinja
Bayi lahir dengan bagian bawah yang penuh mekonium. Mekonium dibentuk selama janin dalam kandungan berasal dari cairan amnion dan unsure-unsurnya, dari sekresi usus dan dari sel-sel mukosa. Mekonium berwarna hijau kehitaman, konsistensinya kental, dan mengandung darah samar. Mekonium pertama keluar steril, tetapi mekonium setelah beberapa jam mengandung bakteri. Sekitar 69% bayi normal yang cukup bulan mengeluarkan mekonium dalam 12 jam pertama kehidupannya, 94% dalam 24 jam dan 99,8% dalam 48 jam (Bobak,2005)

f. Sistem Hepatika
Hati dan kandung empedu dibentuk pada minggu keempat kehamilan. Pada bayi baru lahir, hati dapat dipalpasi sekitar 1 cm dibawah batas kanan iga karena hati beasr dan menempati sekitar 40% rongga abdomen.


1) Penyimpanan Besi
Hati janin (berfungsi memproduksi Hb setelah lahir) mulai menyimpan besi sejak dalam kandungan. Apabila ibu mendapat cukup asupan besi selama hamil, bayi akan memiliki simpanan besi yang dapat bertahan sampai bulan kelima di luar rahim.

2) Konyugasi Bilirubin
Hati mengatur jumlah bilirubin tidak terikat dalam peredaran darah. Bilirubin ialah pigmen yang berasal dari hemoglobin yang terlepas saat pemecahan sel darah merah dan mioglobin di dalam sel otot.

3) Hiperbilirubinuminemia Fisiologis
a) Hiperbilirubinemia fisiologis / ikterik neonatal merupakan kondisi yang normal pada 50% bayi cukup bulan dan pada 805 bayi premature.

g. Sistem Imun
Sel-sel yang menyupali imunitas bayi berkembang pada awal kehidupan janin. Namun sel ini tidak aktif beberapa bulan. Selama tiga bulan pertama kehidupannya, bayi dilindungi oleh kekebalan pasif yang diterima dari ibu. Barier alami seperti keasaman lambung atau produksi pepsin dan tripsin yang mempertahankan kesterilan usus halus.

IgA sebagai pelindung membran lenyap dari traktus naps dan traktus urinarius dan traktus gastrointestinal kecuali jika bayi diberi ASI. Bayi mulai menyintesa IgG dan mencapai sekitar 40% kadar IgG orang dewasa pada usia 1 tahun, sedangkan kadar orang dewasa dicapai pada usia 9 bulan. IgA, IgD dan IgE diproduksi secara lebih bertahap dan kadar maksimum tidak dicapai sampai pada masa kanak-kanak dini (Bobak, 2005)

h. Sistem Integumen
Semua struktur kulit bayi sudah terbentuk saat lahir tetapi masih belum matang. Epidermis dan dermis tidak terikat dengan baik dan sangat tipis. Verniks kaseosa juga berfusi dengan epidermis dan berfungsi sebagai lapisan pelindung. Kulit bayi sangat sensitive dan dapat rusak dengan mudah. Bayi baru lahir yang sehat dan cukup bulan tampak gemuk. Lanugo halus terlihat di wajah, bahu dan punggung. Edema dan  ekimosis (memar) dapat timbul akibat presentasi muka atau kelahiran dengan forsep. Ptekie juga dapat timbul jika daerah tersebut ditekan. Beberapa permasalahan yang dialami oleh bayi baru lahir terkait sistem integument antara lain :

1) Kaput Suksedaneum
Kaput Suksedaneum ialah edema pada kulit kepala yang ditemukan dini akibat tekanan verteks yang lama pada serviks sehingga pembuluh darah tertekan dan memperlambat aliran balik vena yang memperlambat membuat cairan di kulit daerah kepala meningkat sehingga akibatnya menyebabkan edema/ bengkak.

2) Sefalhematoma
Sefalhematoma yaitu pendarahan diantara periosteum dan tulang tengkorak dan periosteumnya. Dengan demikian, sefalotoma tidak pernah melewati garis sutura kepal. Perdarahan dapat terjadi pada kelahiran spontan akibat penekanan pada panggul ibu.

3) Deskuamasi
Deskuamasi ialah pengelupasan kulit, pada kulit bayi tidak terjadi sampai beberapa hari setelah lahir. Ini merupakan indikasi pascamaturitas.

4) Kelenjar Lemak dan Kelenjar Keringat.
Kelenjar keringat sudah ada saat bayi baru lahir tidak, tetapi kelenjar ini tidak berespon terhadap peningkatan suhu tubuh. Terjadi sedikit hiperplasia klenjar sebasea dan sekresi sebum akibat pengaruh hormon saat hamil.

5) Bintik Mogolia
Bintik Mongolia yaitu merupaka dareah pigmentasi biru kehitaman pada semua permukaan tubuh termasuk ekstremitas.

6) Nevi
Nevi atau dikenal dengan gigitan burung bangau yaitu nevi telangiektasis berwarna merah muda dan mudah memutih, terlihat pada kelopak mata bagian atas, daerah hidung, bagian atas bibir, tulang oksipital bawah dan tengkuk.

7) Eritema Toksikum
Suatu ruam sementara, eritema toksikum, juga disebut eritema neonatorum atau dermalis gigitan kutu. eritema toksikum memiliki lesi dalam berbagai tahap, yakni makula eritematosa, papula, dan vesikel kecil.

i. Sistem Reproduksi

1) Wanita
Saat lahir ovarium bayi berisi beribu-ribu sel germinal primitif. Jumlah ovum berkurang sekitar 90% sejak bayi lahir sampai dewasa. Peningkatan kadar estrogen selama masa hamil, yang diikuti dengan penurunan setelah bayi lahir, mengakibatkan pengeluran suatu cairan mukoid atau, kadang-kadang pengeluaran bercak darah melalui vagina (pseudomenstruasi). Genitalia eksterna biasanya edematosa disertai pigmentasi yang lebih banyak. Pada bayi lahir cukup bulan, labia mayora dan minora menutupi vestibulum.

2) Pria
Testis turun ke dalam skrotum pada 90% bayi baru lahir laki-laki. Walupun menurun pada kelahiran bayi prematur. Prepusium yang ketat seringkali dijumpai pada bayi baru lahir, Muara uretra dapat tertutup prepusium dan tidak dapt ditarik ke belakang selama tiga sampai empat tahun. Terdapat rugae yang melapisi kantong skrotum, dan hidrokel (penimbunan cairan di sekitar testis) sering terjadi dan biasanya akan mengecil tanpa pengobatan.

j. Sistem Skelet
Kepala bayi cukup bulan berukuran seperempat panjang tubuh. Lengan sedikit lebih panjang daripada tungkai. Wajah relatif kecil terhadap ukuran tengkorak yang jika dibandingkan, lebih besar dan berat. Ukuran dan bentuk kranium dapat mengalami distorsi akibat molase (pembukaan kepala janin akibat tumpang tindih tulang-tulang kepala).

Ada dua kurvatura pada kolumna vertebralis: toraks dan sakrum. Ketika bayi mulai dapat mengendalikan kepalanya, kurvatura lain terbentuk di daerah servikal. Pada bayi baru lahir, lutut saling berjauhan saat kaki diluruskan dan tumit disatukan, sehingga tungkai bawah terlihat agak melengkung. Saat baru lahir, tidak terlihat lengkungan pada telapak kaki.

k. Sistem Neuromuskuler
Pengkajian prilaku saraf (neurobehavioral) neonatus terutama merupakan evaluasi refleks primitif dan tonus otot. Saat ini, bayi baru lahir cukup bulan dikenal sebagai mahluk yang reaktif, responsif dan hidup. Perkembangan sensori bayi baru lahir dan kapasitas untuk melakukan interaksi sosial dan organisasi diri sangat jelas terlihat.

l. Sistem Termogenik
Termogenesis berarti produksi panas (termo = panas, genesis = asal-usul). Suhu tubuh dipertahankan supaya berada pada batas sempit suhu tubuh normal dengan memproduksi panas sebagai respon terhadap pengeluaran panas.

Beberapa hal yang menyangkut system termogenik bayi baru lahir meliputi ;

1) Produksi Panas
Mekanisme produksi panas bayi baru lahir dengan cara menggigil sangat jarang terjadi. Termogenesis tanpa menggigil dapat dicapai akibat adanya lemak coklat pada bayi baru lahir, yang kemudian dibentuk akibat peningkatan aktivitas metabolisme di otak, jantung dan hati. Lemak coklat terdapat dalam cadangan permukaan (interskapula, aksila, sekitar kolumna vertebralis dan sekitar ginjal).

2) Pengaturan Suhu

a) Insulasi suhu bayi baru lahir kurang akibat pembuluh darah yang lebih dekat ke permukaan kulit akibatnya perubahan temperature lingkungan akan mengubah temperature darah sehingga mempengaruhi pusat pengaturan suhu di hypothalamus.
b) Rasio permukaan tubuh bayi lebih besar terhadap berat badan. Posisi fleksi bayi diduga berfungsi sebagai system pengamanan untuk mencegah pelepasan panas karena mengurangi pemajanan permukaan tubuh pada suhu lingkungan.
c) Kontrol vasomotor bayi baru lahir belum berkembang dengan baik, kemampuan untuk mengonstriksi pembuluh darah subkutan dan kulit sama baik pada bayi prematur dan orang dewasa.
d) Bayi baru lahir memproduksi panas terutama dengan upaya termogenesis tanpa menggigil.
e) Kelenjar keringat bayi baru lahir hampir tidak berfungsi sampai minggu keempat setelah bayi lahir.


3) Stres Dingin
Stres dingin menimbulkan masalah fisiologis dan metabolisme.upaya yang dilakukan bayi adalah dengan mengkonsumsi oksigen dan energi pada bayi baru lahir yang mengalami stres dingin dialihkan dari fungsi untuk mempertahankan pertumbuhan, fungsi sel otak dan fungsi jantung normal
menjadi fungsi termogenesis agar bayi atetap hidup.

Mekanisme kehilangan panas pada bayi baru lahir antara lain ;
a) Konveksi ; aliran panas dari permukaan tubuh ke udara yang lebih dingin.
b) Radiasi ; kehilanag panas daripermukaan tubuh ke permukaan padat lain yang lebih dingin tanpa kontak langung.
c) Evaporasi ; kehilangan panas yang terjadi ketika cairan berubah menjadi gas (menguap).
d) Konduksi ;kehilangan panas dari permukaan tubuh ke permukaan yang lebih dingin melalui kontak langsung satu sama lain.

Karakteristik Perilaku Bayi Baru Lahir Normal ( Bobak, 2005)

Bayi baru lahir yang sehat harus mampu menjalani fungsi biologis dan fungsi prilaku/ psikologis supaya dapt bertumbuh kembang dengan baik. Respon perilaku bayi baru lahir mengindikasikan adanya kontrol pada korteks, kemampuan memberi respon, dan akhirnya penatalaksanaan lingkungan bayi tersebut. Melalui responnya, bayi bertindak untuk mengonsolidasi hubungan datau menjauhkan diri dari orang-orang dalam lingkungan dekatnya. Melaui tindakannya, ia memperkuat atau melemahkan ikatan dan aktivitas pemberian perawatan.

Skala Perilaku Neonatus dari Brazelton (The Brazelton Neonatal Behavioral assement Scale/ NBASI) digunakan untuk menilai karakteristik unik bayi baru lahir, yakni sebagian tergantung pada keadaan tidur-terjag, ia juga menyatakan reaksi orang tua terhadap bayi baru lahir sebagian ditentukan oleh perbeadaan  oleh perbedaan ini.berikut periode transisi dari bayi baru lahir antara lain:

a. Periode pertama reaktivasi dimana mata terbuka,awas, bayi memfokuskan
perhatian pada wajah dan suara orang tuanya terutama ibunya (Fase ini berlangsung 15 menit).
b. Periode kesadaran aktif, dimana bayi sering melakukan gerakan mendadak aktif dan juga menangis, refleks menghisap kuat yang menandakan bayi lapar.
c. Periode tidak aktif/istirahat, merupakan periode dimana bayi terlihat rileks dan tidak berespon/sulit dibangunkan. Periode ini selama 2 sampai 4 jam.
d. Periode reaktivitas kedua, dimana bayi waspada dan terjagadan menunjukkan keadaan sadar dan tenang, aktif dan menangis.periode ini selama 4 sampai 6 jam.

Sejak lahir, bayi meiliki respon sensorik yang mengindikasikan suatu tahap kesiapan untuk melakukan interaksi social antara lain mencakup:

a. Penglihatan
Saat lahir pupil bayi bereaksi terhadap rangsangan cagaya dan penglihatan reflek mengedip dengan mudah. Sejak lahir, bayi telah mampu memusatkan pandangan dan memperhatikan secara intensif suatu objek. Mereka memandang wajah orang tuanya dan berespon terhadap perubahan yang dilakukan. Kemampuan ini membuat orang tua dan anak dapat saling kontak mata dan akibatnya terbentuk komunikasi yang tidak kentara. Kontak mata sangat penting dalam interaksi orang tua bayi.

b. Pendengaran
Bayi akan berespon terhadap suara ibunya, hal ini merupakan respon akibat mendengar dan merasakan gelombang bunyi suara ibunya selagi ia berada di dalam rahim Hal ini menunjukkan suatu pendengaran selektif terhadap bunyi dan irama suara ibu selama bayi hidup di dalam rahim, dimana bayi baru lahir mempersiapkan diri untuk mengenali dan berinteraksi dengan pemberi perawatan primer-ibu mereka. Janin di rahim telah terbiasa mendengar denyut jantung ibu, akibatnya bayi baru lahir akan berespon dengan melakukan relaksasi dan berhenti menangis bila simulator denyut jantung
diletakkan di tempat tidurnya.

c. Sentuhan
Semua bagian tubuh bayi berespon terhadap sentuhan. Wajah terutama mulut, tangan, dan telapak kaki merupakan daerah yang paling sensitive. Hal penting dalam pertumbuhan dan perkembangan normal,dan setiap bayi menunjukkan keanekaragaman respon terhadap sentuhan. Ibu yang baru memiliki bayi menggunakan sentuhan sebagai perilaku pertama dalam berinteraksi seperti sentuhan ujung jari, mengusap-usap wajah dengan lembut san memijat bagian punggung.

d. Pengecap
Bayi baru lahir memiliki system kecap yang berkembang baik dan larutan yang berbeda menyebabkan bayi memperlihatkan ekspresi wajah yang berbeda.secra umum bayi berorientasi pada pengguanaan mulutnya, baik untuk memenuhi kebuthuhan nutrisi, maupun untuk tumbuh dengan cepat dan untuk melepaskan ketegangannya melaui kegiatan menghisap.

Perkembangan dini yang mencakup sensasi di sekitar mulutnya, aktivitas otot dan pengecapan tampaknya merupakan persiapan bayi agar tetap hidup di luar rahim.

e. Penciuman
Indera penciuman bayi baru lahir sudah berkembang baik saat bayi lahir. Bayi baru lahir tampaknya memberi reaksi yang sama denga reaksi orang dewasa, bila diberi bau yang menyenangkan. Bayi yang disusui mampu membaui ASI dan dapat membedakan ibunya dari ibu lain yang menyusui.

Bayi wanita yang diberi susu botol lebih menyukai bau wanita yang menyusui daripada wanita lain yang tidak menyusui. Bau ibu ini dipercaya mempengaruhi pemberian makan (Bobak, 2005)

Kamis, 19 November 2015

Inilah 10 Puskesmas Yang Sudah Terakreditasi Kementrian Kesehatan

Inilah 10 Puskesmas Yang Sudah Terakreditasi Kementrian Kesehatan Per November 2015 -

  1. Puskesmas Wonosobo 1
  2. Puskesmas Selomerto 1
  3. Puskesmas Mojo Tengah
  4. Puskesmas Garung
  5. Puskesmas Tamanan
  6. Puskesmas Panarukan
  7. Puskesmas Mangaran
  8. Puskesmas Banyuanyar
  9. Puskesmas Omben
  10. Puskesmas Waepana

Untuk diketahui, bahwa proses akreditasi akan dilakukan bertahap kepada 9.740 puskesmas di seluruh Indonesia. Saat ini, sudah lebih dari 600 puskesmas yang mendaftar untuk diakreditasi.

Dari 600-an puskesmas tersebut, hanya ada kurang dari 100 puskesmas yang dinilai siap untuk diakreditasi. Setelah melalui proses yang cukup panjang, akhirnya dari 100 puskesmas itu, ada 10 puskesmas yang dinyatakan lolos.

Daftar 10 puskesmas yang lolos akreditasi

Minggu, 25 Oktober 2015

Kehamilan Pada Remaja

Masyarakat menghadapi kenyataan bahwa kehamilan pada remaja makin meningkat dan menjadi masalah. Terdapat dua faktor yang mendasari perilaku seks pada remaja. Pertama, harapan untuk kawin dalam usia yang relatif muda (20 tahun) dan kedua, makin derasnya arus informasi yang dapat menimbulkan rangsangan seksual remaja terutama remaja di daerah perkotaan yang mendorong remaja untuk melaku-kan hubungan seks pranikah di mana pada akhirnya tnemberikan dampak pada terjadinya penyakit hubungan seks dan kehamilan di luar perkawinan pada remaja.

Pada akhirnya, masalah kehamilan remaja mempengaruhi diri remaja itu sendiri, dari masyarakat mereka mcndapat cap telah berperilaku di luar norma dan nilai-nilai yang wajar, sehingga memberikan konflik bagi mereka seperti masalah putus sckolah, psikologis, ekonomi, dan masalah dengan keluarga serta masyarakat disekitarnya. Untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang masalah di atas, berikut akan diuraikan secara rinci faktor-faktor yang perlu mendapatkan perhatian.

1. Masalah kesehatan reproduksi
Kesehatan reproduksi merupakan masalah penting untuk mendapatkan perhatian terutama di kalangan remaja. Remaja yang kelak akan menikah dan menjadi orang tua sebaiknya mempunyai kesehatan reproduksi yang prima, sehingga dapat menurunkan generasi sehat. Di kalangan remaja telah terjadi semacam revolusi hubungan seksual yang menjurus ke arah liberalisasi yang dapat berakibat timbulnya berbagai penyakit hubungan seks yang merugikan alat reproduksi. Bila pada saatnya diperlukan untuk hamil normal, besar kemungkinan kesehatan reproduksi sudah tidak optimal dan dapat menimbulkan berbagai akibat samping kehamilan. Dengan demikian dianjurkan untuk melakukan pemcriksaan kesehatannya schingga dapat mempersiapkan diri untuk hamil dalam keadaan optimal.

2. Masalah psikologis pada kehamilan remaja
Remaja yang hamil di luar nikah menghadapi berbagai masalah psikologis, yaitu rasa takut. kccewa. menyesal, dan rendah diri terhadap kehamilannya sehingga terjadi usaha untuk menghilangkan dengan jalan gugur kandung. Gugur kandung mempunyai kerugian yang paling kecil bila dibandingkan dengan melanjutkan kehamilan. Syukur bila kehamilannya terjadi menjelang perkawinan sehingga segera dilanjutkan dengan pernikahan. Keadaan akan makin rumit bila pemuda atau laki-laki yang menghamili malah tidak benanggung jawab sehingga derita hanya ditanggung sendiri dan kcluarga. Keluarga pun menghadapi masalah yang sulit di tengah masyarakat seolah-olah tidak mampu memberikan pendidikan tnonri kepada anak gadisnya. Kehamilan di luar nikah masih tetap merupakan masalah besar di Indonesia yang berdasarkan Pancasila. Masyarakat belum dapat menerima anak yang orang tuanya belum jelas, sehingga dianggap anak haram atau hasil perzinahan.

Walaupun misalnya perkawinan dapat dilangsungkan tctapi kemungkinan besar perkawinan tersebut tidak dapat bertahan lama karena dilakukan dalam kcadaan kesiapan mental dan jiwa yang belum matang.

3. Masalah sosial dan ekonomi keluarga
Perkawinan yang dianggap dapat menyelesaikan masalah kehamilan remaja tidak lepas dari kemelut seperti:
  • Penghasilan yang tcrbatas sehingga kelangsungan hamilnya dapat menimbulkan berbagai masalah kebidanan
  • Putus sekolah, sehingga pendidikan menjadi terlantar
  • Putus kerja, karena berbagai alasan, sehingga menambah sulitnya masalah sosial ekonomi 
  • Ketergantungan sosial ekonomi pada keluarga menimbulkan stres (tekanan batin)
  • Nilai gizi yang relatif rendah dapat menimbulkan berbagai masalah kebidanan. 

Bila remaja memilih untuk mcngasuh anaknya sendiri, masyarakat belum siap menerima kelahiran tanpa pernikahan. Berbeda halnya dengan negara maju seperti Amerika, masyarakatnya sudah dapat menerima kelahiran sebagai hasil hidup bersama.

4. Dampak kebidanan kehamilan remaja
Penyulit pada kehamilan remaja, lebih tinggi dibandingkan "kurun waktu reproduksi sehat" antara umur 20 sampai 30 tahun. Keadaan ini disebabkan belum matangnya alat reproduksi untuk hamil, sehingga dapat merugikan kesehatan ibu maupun perkembangan dan pertumbuhan janin. Keadaan tersebut akan makin menyulitkan bila ditambah dengan tekanan (stres) psikologis, sosial, ekonomi, sehingga memudahkan terjadi:

a. Keguguran. Keguguran scbagian dilakukan dengan sengaja untuk menghilangkan kehamilan re-maja yang tidak dikehendaki. Keguguran sengaja yang dilakukan oleh tenaga non-profesional dapat menimbulkan akibat samping yang scrius seperti tingginya angka kematian dan infeksi alat reproduksi yang pada akhirnya dapat menimbulkan kemandulan.

b. Persalinan prematur, berat badan lahir rendah (BBLR) dan kelainan bawaan.
Kekurangan berbagai zat yang diperlukan saat pertumbuhan dapat mengakibatkan makin tingginya kelahiran prematur, bcrat badan lahir rendah, dan cacat bawaan.

c. Mudah terjadi infeksi., Keadaan gizi yang buruk. tingkat sosial ekonomi rendah, dan stres memudahkan terjadi infeksi saat hamil, terlebih pada kala nifas.

d. Anemia kehamilan.

e. Keracunan kehamilan (gestosis). Kombinasi keadaan alat reproduksi yang belum siap hamil dan anemia makin meningkatkan terjadinya keracunan hamil, dalam bentuk pre-eklampsia atau eklampsia. Pre-eklampsia dan eklampsia memerlukan perhatian yang serius karena dapat menyebabkan kematian.

f. Kematian ibu yang tinggi. Remaja yang stres akibat kehamilannya sering mengambil jalan pintas untuk melakukan gugur kandung oleh tenaga dukun. Angka kematian karena gugur kandung yang dilakukan dukun cukup tinggi, tetapi angka pasti tidak diketahui. Kematian ibu terutama karena perdarahan dan infeksi. Pada kehamilan aterm, kematian terjadi karena trias klasik yaitu: perdarahan; infeksi; dan gestosis (pre-eklampsia-eklampsia).

Dari uraian di atas timbul pertanyaan yang mendasar, bagaimana memecahkan masalah kehamilan remaja? Jawaban dari pertanyaan tersebut sangat sukar dan kompleks yang menyangkut berbagai segi kchidupan masyarakat, diantaranya:

1. Pengaruh globalisasi. Arus informasi yang menyebabkan dunia makin sempit sangat memudahkan dan mendorong remaja mempunyai perilaku seks yang makin bebas. Keadaan bertambah sulit diatasi bila jumlah anak dalam suatu keluarga tidak terbatas sehingga kualitas pendidikan rohani kurang mendapat perhatian. Semua agama berpendapat bahwa kehamilan dan anak haruslah bersumber dari perkawinan yang syah menurut adat-agama dan bahkan hukum dan disaksikan masyarakat. Situasi demikian memerlukan sikap dan perilaku orang tua yang dapat dijadikan panutan dan suri tauladan bagi remaja.

2. Upaya memberikan pendidikan seks. Sudah lama diperdengarkan tentang pendidikan seks pada remaja guna memberikan pengetahuan tentang seks dan penyakit hubungan seks. Masalahnya siapakah yang patut memberikannya, dan bagaimana bentuk pcndidikannya menyebabkan pendidikan seks menjadi terkatung-katung.

3. Keluarga berencana untuk remaja. Kenyataan yang dihadapi dapat disimpulkan hahwa perilaku seks remaja men-jurus ke arah liberal, tidak dapat dibendung, dan hanya mungkin mengendalikannya sehingga penyebaran penyakit hubungan seks dan kchamilan di kalangan rcmaja dapat dibatasi. Dcngan pertimbangan itu maka perlu dicanang-kan program keluarga berencana dikalangan remaja, digalakkan, sehingga pengendalian perilaku seks dapat tercapai.

4.. Pelayanan gugur kandung. Pelayanan gugur kandung remaja banyak dilakukan oleh lembaga tertentu atau dilakukan sccara perorangan untuk menghilangkan keadaan dalam persimpangan jalan pada remaja. Melakukan gugur kandung merupakan tindakan yang paling rasional untuk menyelesaikan masalah hamil remaja dengan keuntungan:
  • Bebas dari stres hamil yang tidak dikehendaki
  • Bcbas dari tekanan keluarga dan masyarakat
  • Masih dapat melanjutkan sekolah atau kerja
  • Bila dilakukan secara legeartis penyulit sangat minimal dan tidak meng-ganggu fungsi reproduksi 
  • Biaya ringan, dibandingkan bila kehamilan diteruskan. 

Kendatipun melaksanakan gugur kandung merupakan tindakan yang paling rasional dan mcnguntungkan kedua belah pihak, tetapi bukanlah dapat dilakukan begitu saja karena undang-undang kesehatan telah menctapkan petunjuk pelaksanaannya dan disertai sangsi hukum. Dengan demikian melakukan gugur kandung bukanlah bebas dari tuntutan hukum dan tuntutan moral pelaku dan yang meminta dilakukannya. Perlu kiranya kita renungkan kembali bunyi "sumpah dokter:" Saya akan menghormati setiap hidup insani mulai dari saat pembuahan.

Senin, 28 September 2015

Konsep Pemeriksaan Kehamilan


KONSEP PEMERIKSAAN KEHAMILAN

I. ANAMNESA
Anamnesa adalah tanya jawab antara pasien dengan petugas kesehatan tentang suatu yang diperlukan. Adapun tujuan dari anamnesa adalah
a.Untuk mengetahui bagaimana keadaan penderita
b.Untuk membantu menetapkan diagnosis
c.Agar dapat mengambil tindakan segera bila diperlukan

Anamnesa dilakukan pada :
a.Pemeriksaan pertama kali yang dilakukan dengan lengkap
b.Pemeriksaan ulang ditanyakan yang perlu-perlu aja.
c.Diadakan bila penderita hendak bersalin.

Macam-macam anamnesa adalah :
-Anamnesa umum
-Anamnesa keluarga
-Anamnesa medis
-Anamnesa kebidanan

A.Anamnesa umum meliputi
-Nama penderita dan suaminya
-Usia penderita             -   Pekerjaan
-Alamat                 -   Perkawinan
-Agama

B.Anamnesa keluarga
-Penyakit dari keluarga itu
-Kehamilan kembar

C.Anamnesa medis
-Penyakit yang sedang/diderita ibu
-Penyakit yang pernah diderita ibu

D.Anamnesa kebidanan
-Pernah abortus
-Hamil ke berapa
-Persalinan yang lalu
-Nifas yang lalu.

1. Identitas pasien dan suami termasuk nama, umur, pekerjaan, nama suami, agama alamat identitas/mengenal pasien dan mengetahui status sosial ekonomi untuk menentukan anjuran pengobatan yang akan diberikan serta penentuan prognosa kehamilan setelah mengetahui umur pasien.
2.Keluhan-keluhan yang muncul pada pemeriksaan
3.Riwayat menstruasi
Menarche, teratur/tidak,lamanya, banyaknya darah, nyeri +/-  menilai faal alat kandungan
HPHT / hari pertama haid terakhir  penentuan taksiran partus dengan hukum NAEGELE (tanggal + 7) (bulan -3) (tahun +1)
4.Riwayat perkawinan  kawin/tidak berapa kali, berapa lama (anak mahalkan)
5.Riwayat kehamilan sebelumnya  perdarahan+/_, hiperemisis gravidarum +/_  prognosa
6.Riwayat persalinan sebelumnya  spontan/buatan aterm +/_, perdarahan +/_ , siapa yang menolong  prognosa
7.Riwayat nifas sebelumnya  demam +/_, perdarahan +/_ laktasi ?  prognosa
8.Riwayat anak yang lahir  jenis kelamin, hidup +/_, berat lahir, bagaimana keadaan sekarang (normal/cacat).
9.Riwayat kehamilan sekarang  kapan merusakan gerakan anak, hamil muda (mual, muntah, sakit kepala, perdarahan +/_) hamil tua (edema kaki/muka, sakit kepala, perdarahan, sakit pinggang)
10.Riwayat penyakit keluarga  penyakit keturunan +/_ (DM, kelainan genetik), riwayat kembar, penyakit menular +/_ (TBC).
11.Riwayat kontrasepsi  pakai +/_ metodenya ? jenisnya, berapa lama efek samping.

II. Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan fisik umum
Meliputi pemeriksaan tanda vital, yaitu tekanan darah, nadi, respirasi dan suhu. Pemeriksaan fisik lengkap dari kepala sampai ujung kaki untuk menemukan apakah ada kelainan, termasuk status gizi, tinggi dan berat badan. Dan pemeriksaan tanda-tanda kehamilan meliputi wajah, dada, abdomen dan genetallia eksterna dan interna serta pemeriksaan panggul
Pemeriksaan fisik umum
Keadaan umum, gizi, bentuk tubuh, kesadaran
Tanda vital : tekanan darah, frekuensi nadi, frekuensi nafas
Apakah ada anemia, sianosis, ikterus, dispnue
Keadaan jantung dan paru
Edema +/-
Refleks terutama refleks lutut
Berat badan  perhatikan perubahan berat badan setiap pemeriksaan
Tinggi badan

Macam-macam pemeriksaan

A.Pemeriksaan head to Toe (Inspeksi)

Tujuannya adalah melihat keadaan umum penderita, melihat gejala-gejala kehamilan dan melihat mungkin adanya kelainan-kelainan. Pemeriksaannya meliputi :
1.Melihat bagian kepala dan muka penderita
Melihat pucat, apakah pada kulit muka timbul cloasma gravidarum, apakah muka kelihatan bengkak, apakah kelihat biru
-Melihat keadaan mata penderita
Apakah sklera berwarna kuning, apakah kelopak mata terlihat pucat, apakah oedema pada kelopak mata
-Melihat keadaan mulut
Apakah ada luka-luka pada bibir, lidah, atau selaput bagian dalam mulut, apakah ada karang gigi atau karies.
2.Melihat keadaan leher penderita
Apakah kelenjar gondok membesar, apakah ada stroma, apakah ada kelenjar lain dari leher yang membesar.
3.Melihat keadaan buah dada
Apakah ada kelainan buah dada
4.Melihat keadaan perut
Apakah perut membesar, bagaimanakah bentuk perut, apakah ada strie gravidarum, apakah ada luka perut bekas operasi.
5.Melihat keadaan vulva
Apakah vulva kelihatan membengkak, apakah vulva kelihatan berwarna kebiruan, apakah ada luka bekas dari vulva, bagaimana kebersihan vulva.
6.Melihat keadaan tungkai
Apakah ada varises, bagaimana keadaan kaki, apakah ada luka-luka pada tungkai, apakah ada oedema.

B. Palpasi
Pemeriksaan abdomen
Uterus  menentukan usia kehamilan dan letak anak
Cara leopold
Leopold I : pemeriksaan berdiri menghadap ke pasien, kemudian dengan kedua tangan meraba dengan jari-jari untuk menentukan tinggi fundus uteri dan bagian apa dari anak yang terdapat dalam fundus (EX: teraba satu bagian besar bulat tidak melenting=bokong).
Leopold II : posisi masih sama, pindahkan tangan ke samping. Tentukan dimana punggung anak terdapat pihak yang memberi rintangan terbesar kemudian carilah bagian-bagian kecil yang terletak bertentangan.(ex: teraba bagian memanjang di kiri = punggung kiri
Leopold III : memakai 1 tangan saja, rabalah bagian terbawahnya dan tentukan apakah masih bisa digoyangkan untuk menentukan apa yang terdapat di bagian bawah dan apakah sudah/belum terpegang oleh pintu atas panggul.( teraba satu bagian besar bulat melenting = kepala)
Leopold IV : posisi pemeriksaan menghadap kaki pasien, dan kedua TELAPAK tangan tentukan apa yang menjadi bagian bawah dan apakah bagian ini sudah masuk kedalam PAP dan berapa masuknya. ( bila kepala, telapak tangan sejajar= sudah masuk PAP, divergen =sudah masuk jauh melewati PAP, konvergen = belum masuk PAP).

Mamae  tegang dan noduler, sensasi geli (+) colostrum (+)
Cara
Posisi berbaring dengan 1 tangan diangkat keatas dan punggung tangan diletakkan di dahi kemudian diraba mulai dari axilia mengikuti arah panah seperti pada gambar untuk memeriksa sisi lateral mammae
Posisi berbaring dengan 1 tangan diangkat keatas kemudian puting susu ditekan colostrum +/-

III. Pemeriksaan Panggul
Pemeriksaan panggul secara klinis yang dinilai
Conjugata diagonalis karena diameter tranverse tidak dapat diukur langsung maka dicari diameter anteroposterior/conjugata diagonalis. Cara dengan jari tengah coba dicapai promontorium, kemudian tekan antara jari pemeriksaan dengan ib jari dan tandai jarak antara ujung jari yang masuk dengan tanda tadi itulah conjugata diagonalis.
Linea innominata teraba seluruhnya +/-
Sacrum konkaf dari arah atas bawah dan dari kiri ke kanan
Dinding samping panggul lurus/konvergen
Spina ischiadica menonjol +/-
Ospubis : exostose +/-
Arcus pubis, menilai sudut Normal > 90
Os. Coxigeus : menilai pergerakan

Daerah-daerah yang diukur a/h :
a.Distansia spinarum (jarak antara spina iliaca anterior superior kanan kiri, ukuran normal 23-26 cm).
b.Distansia kristaram (jarak antara krista iliaca kanan kiri, normalnya 26-29 cm)
c.Konjugata eksterna (jarak antara symphisis sampai dibawah spina dari vertebra lumbalis yang kelima, ukuran normal 15-20 cm)
d.Distansia tuburum (ukuran melintang dari pintu bawah panggul atau jarak antara tulang tuberosis ischii kanan & kiri, ukurannya 11-15 cm)
e.Singkar panggul (keliling dari atas symphisis ke pertengahan spina iliaka anterior superior ke pertengahan trohanter mayor, ke belakang ke pertengahan thohanter major dan spina iliaka anterior superior yang sebelah lagi, kemudian kembali diatas symphisis, ukurannya 80-90 cm).

IV. Auskultasi
Yang dapat terdengar sewaktu mengadakan Auskultasi adalah :
a.Janin
DJJ, HITUNG 5 DETIK ke 1 – 3 – 5 dijumlahkan x 4, contoh= 12 -12 -12 = 36 x 4 = 144, (diatas bulan ke-5 frekuensi 120-160 x / menit
Bising tali pusat (suaranya seperti bunyi tiupan, cepatnya sama dengan DJJ karena tali pusat tertekan oleh sesuatu.
b.Ibu
Bising rahim (sama detak nadi ibu) ,bunyi aorta (kekuatan & frekuensinya sama dengan detik nasi ibu) gerak usus

V. Perkusi
-Refleks patella
-Repleks babinski

Minggu, 20 September 2015

Penyakit Yang Mempengaruhi Kehamilan dan Persalinan: Diabetes Mellitus

Penyakit Yang Mempengaruhi Kehamilan dan Persalinan: Diabetes Mellitus

Pendahuluan

Penyakit diabetes terdapat pada sekitar 1% wanita usia reproduksi dan 1–2% diantaranya akan menderita diabetes gestasional.

Diabetes melitus (DM) merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia (meningkatanya kadar gula darah) yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja
insulin atau keduanya.

Gejala Umum dari Diabetes Melitus (DM):
  •  Banyak kencing (poliuria).  
  • Haus dan banyak minum (polidipsia), lapar (polifagia).™
  •  Letih, lesu.™
  •  Penurunan berat badan yang tidak dapatdijelaskan sebabnya
  •  Lemah badan, kesemutan, gatal, pandangan kabur, disfungsi ereksi pada pria, dan pruritusvulvae pada wanita

Pembagian DM
1.™ DM tipe 1
- Kerusakan fungsi sel beta di pankreas - Autoimun, idiopatik
2.™ DM Tipe 2
Menurunnya produksi insulin atau berkurangnya daya kerja insulin atau keduanya.
3.™ DM tipe lain:
Karena kelainan genetik, penyakit pankreas, obat, infeksi, antibodi, sindroma penyakit lain.
4.™ DM pada masa kehamilan = Gestasional Diabetes
Pada DM dengan kehamilan, ada 2 kemungkinan yang dialami oleh si Ibu:
1. Ibu tersebut memang telah menderita DM sejak sebelum hamil
2. Si ibu mengalami/menderita DM saat hamil

Klasifikasi DM dengan Kehamilan menurut Pyke:

Klas I : Gestasional diabetes, yaitu diabetes yang timbul pada waktu hamil dan menghilang setelah melahirkan.
Klas II : Pregestasional diabetes, yaitu diabetes mulai sejak sebelum hamil dan berlanjut setelah hamil.
Klas III : Pregestasional diabetes yang disertai dengan komplikasi penyakit pembuluh darah seperti retinopati, nefropati, penyakit pemburuh darah panggul dan pembuluh darah perifer.

90% dari wanita hamil yang menderita Diabetes termasuk ke dalam kategori DM Gestasional (Tipe
II) dan DM yang tergantung pada insulin (Insulin Dependent Diabetes Mellitus = IDDM, tipe I).

Diagnosis

Kriteria Diagnosis:
1. Gejala klasik DM + gula darah sewaktu ≥ 200 mg/dl. Gula darah sewaktu merupakan hasil pemeriksaan sesaat pada suatu hari tanpa memerhatikan waktu makan terakhir. Atau:

2. Kadar gula darah puasa ≥ 126 mg/dl.
Puasa diartikan pasien tidak mendapat kalori tambahan sedikitnya 8 jam. Atau:

3. Kadar gula darah 2 jam pada TTGO ≥200 mg/dl. TTGO dilakukan dengan Standard WHO, menggunakan beban glukosa yang setara dengan 75 g glukosa anhidrus yang dilarutkan dalam air.

Cara pelaksanaan TTGO (WHO, 1994)
• Tiga hari sebelum pemeriksaan tetap makan seperti kebiasaan sehari-hari (dengan karbohidrat yang cukup) dan tetap melakukan kegiatan jasmani seperti biasa
• Berpuasa paling sedikit 8 jam (mulai malam hari) sebelum pemeriksaan, minum air putih tanpa gula tetap diperbolehkan
• Diperiksa kadar glukosa darah puasa
• Diberikan glukosa 75 g (orang dewasa), atau 1,75 g/Kg BB (anak-anak), dilarutkan dalam 250 ml air dan diminum dalam waktu 5 menit
• Berpuasa kembali sampai pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan 2 jam setelah minum larutan glukosa selesai
• Diperiksa kadar glukosa darah 2 jam sesudah beban glukosa
• Selama proses pemeriksaan, subyek yang diperiksa tetap istirahat dan tidak merokok.

Apabila hasil pemeriksaan tidak memenuhi kriteria normal atau DM, maka dapat digolongkan ke
dalam kelompok TGT (Toleransi Glukosa Terganggu) atau GDPT (Glukosa Darah Puasa Terganggu) dari hasil yang diperoleh.
- TGT : glukosa darah plasma 2 jam setelah pembebanan antara 140 – 199 mg/dl
- GDPT : glukosa darah puasa antara 100 – 125 mg/dl.

Reduksi Urine
Pemeriksaan reduksi urine merupakan bagian dari pemeriksaan urine rutin yang selalu dilakukan di
klinik. Hasil yang (+) menunjukkan adanya glukosuria. Beberapa hal yang perlu diingat dari hasil pemeriksaan reduksi urine adalah:
  • Digunakan pada pemeriksaan pertama sekali untuk tes skrining, bukan untuk menegakkan diagnosis
  • Nilai (+) sampai (++++)
  • Jika reduksi (+): masih mungkin oleh sebab lain, seperti: renal glukosuria, obat-obatan, dan lainnya™
  •  Reduksi (++) → kemungkinan KGD: 200 – 300 mg% 
  • Reduksi (+++)→ kemungkinan KGD: 300 – 400 mg%
  • Reduksi (++++)→ kemungkinan KGD: ≥ 400 mg%
  • Dapat digunakan untuk kontrol hasil pengobatan ™ 
  • Bila ada gangguan fungsi ginjal, tidak bisa  dijadikan pedoman.

Risiko Tinggi DM Gestasional:
1. Umur lebih dari 30 tahun
2. Obesitas dengan indeks massa tubuh ≥ 30 kg/m2
3. Riwayat DM pada keluarga (ibu atau ayah)
4. Pernah menderita DM gestasional sebelumnya
5. Pernah melahirkan anak besar > 4.000 gram
6. Adanya glukosuria
7. Riwayat bayi cacat bawaan
8. Riwayat bayi lahir mati
9. Riwayat keguguran
10. Riwayat infertilitas
11. Hipertensi

Komplikasi pada Ibu
1. Hipoglikemia, terjadi pada enam bulan pertama kehamilan
2. Hiperglikemia, terjadi pada kehamilan 20-30 minggu akibat resistensi insulin
3. Infeksi saluran kemih
4. Preeklampsi
5. Hidramnion
6. Retinopati
7. Trauma persalinan akibat bayi besar

Masalah pada anak
1. Abortus
2. Kelainan kongenital spt sacral agenesis, neural tube defek
3. Respiratory distress
4. Neonatal hiperglikemia
5. Makrosomia
6. hipocalcemia
7. kematian perinatal akibat diabetik ketoasidosis
8. Hiperbilirubinemia

Penderita DM Gestasional memunyai resiko yang tinggi terhadap kambuhnya penyakit diabetes yang pernah dideritannya pada saat hamil sebelumnya.

Saran: 6-8 minggu setelah melahirkan, ibu tersebut melakukan test plasma glukosa puasa dan OGTT 75 gram glukosa. Pasien gemuk penderita GDM, sebaiknya mengontrol BB, karena diperkirakan akan menjadi DM dalam 20 tahun kemudian

Prinsip Pengobatan DM:
1. Diet
2. Penyuluhan
3. Exercise (latihan fisik/olah raga)
4. Obat: Oral hipoglikemik, insulin
5. Cangkok pankreas

Tujuan Pengobatan:
ƒ- Mencegah komplikasi akut dan kronik.
-ƒ Meningkatkan kualitas hidup, dengan menormalkan KGD, dan dikatakan penderita DM terkontrol, sehingga sama dengan orang normal.
- Pada ibu hamil dengan DM, mencegah komplikasi selama hamil, persalinan, dan komplikasi pada bayi.

Prinsip Diet
  • Tentukan kalori basal dengan menimbang berat badan.
  • Tentukan penggolongan pasien: underweight (berat badan kurang), normal, overweight (berat badan berlebih), atau obesitas (kegemukan).
Persentase = BB (kg)/(Tinggi Badan (cm) – 100) X 100%
Underweight: < 90% Normal: 90–110%
Overweight: 110–130%
Obesitas: > 130%
  • Jenis kegiatan sehari hari; ringan, sedang, berat, akan menentukan jumlah kalori yang ditambahkan. Juga umur dan jenis kelamin.
  • Status gizi
  • Penyakit penyerta™
  •  Serat larut dan kurangi garam
  • Kenali jenis makanan
Penyuluhan terpadu untuk penderita DM dan lingkungannya

™ Penyuluhan dari Dokter, Perawat dan ahli gizi - di beberapa RS sudah ada Klinik Diabetes Terpadu.
™ Sasaran: Penderita, keluarga penderita, lingkungan sosial penderita.

Obat DM
1.™ Meningkatkan jumlah insulin
-ƒ Sulfonilurea (glipizide GITS, glibenclamide, dsb.)
- Meglitinide (repaglinide, nateglinide)
-ƒ Insulin injeksi
™2. Meningkatkan sensitivitas insulin
-ƒ Biguanid/metformin
ƒ- Thiazolidinedione (pioglitazone, rosiglitazone)
™- Memengaruhi penyerapan makanan
ƒ- Acarbose
™- Hati-hati risiko hipoglikemia berikan glukosa oral (minuman manis atau permen)

Sasaran pengontrolan gula darah
™ Kadar gula darah sebelum makan 80-120mg/dl
™ Kadar gula darah 2 jam sesudah makan < 140 mg/dl
™ Kadar HbA1c < 7%

Penanganan Diabetes pada Kehamilan
Kehamilan harus diawasi secara teliti sejak dini untuk mencegah komplikasi pada ibu dan janin.

Tujuan utama pengobatan DM dengan hamil:
1. Mencegah timbulnya ketosis dan hipoglikemia.
2. Mencegah hiperglikemia dan glukosuria seminimal mungkin.
3. Mencapai usia kehamilan seoptimal mungkin.

Biasanya kebanyakan penderita diabetes atau DM gestasional yang ringan dapat di atasi dengan pengaturan jumlah dan jenis makanan, pemberian anti diabetik secara oral, dan mengawasi
kehamilan secara teratur.

Karena 15-20% dari pasien akan menderita kekurangan daya pengaturan glukosa dalam masa kehamilan, maka kelompok ini harus cepat-cepat diidentifikasi dan diberikan terapi insulin. Bila kadar plasma glukosa sewaktu puasa 105 mg/ml atau kadar glukosa setelah dua jam postprandial
120 mg/ml pada dua pemeriksaan atau lebih, dalam tempo 2 (dua) minggu, maka dianjurkan
agar penderita diberikan terapi insulin. Obat DM oral kontraindikasi. Penentuan dosis insulin
bergantung pada: BB ibu, aktivitas, KGD, komplikasi yang ada.

Prinsip: dimulai dengan dosis kecil reguler insulin 3 kali sehari, dosis dinaikkan bertahap sesuai
respons penderita.

Penyuntikan Insulin
1. Kenali jenis insulin yang ada, kandungan/ml (unit/ml).
2. Kenali jenis spuit insulin yang tersedia: 40 u/ml, 100 u/ml, 50u/0,5 ml.
3. Suntikan diberikan subkutan di deltoid, paha bagian luar, perut, sekitar pusat.
4. Tempat suntikan sebaiknya diganti-ganti.
5. Suntikan diberikan secara tegak lurus.
6. Pasien segera diberi makan setelah suntikan diberikan. Paling lama setengah jam setelah suntikan diberikan.
7. Kalau pasien suntik sendiri, harus dapat melihat dengan jelas angka pada alat suntik.
8. Saat ini ada alat suntik bentuk pena dengan kontrol dosis yang lebih mudah dan lebih tepat,
dan mudah dibawa-bawa

Bagaimana wanita dengan diabetes? Dapat hamil dan punya anak sepanjang gula darah terkontrol.

 Disarankan memilih kontrasepsi dengan kadar estrogen rendah.
ƒ Dapat memakai pil tambahan hormon progesteron.
ƒ IUD dapat menimbulkan risiko infeksi.

Tanda Komplikasi DM
-™ Makrovaskular: stroke, penyakit jantung koroner, ulkus/ gangren.
-™ Mikrovaskular: retina (retinopati) dan ginjal (gagal ginjal kronik), syaraf (stroke, neuropati).
™ Koma: hiperglikemi, hipoglikemi, stroke.

Senin, 14 September 2015

Kehamilan Trimester Pertama

Kehamilan Trimester Pertama

1.   Pengertian
Kehamilan Trimester pertama adalah pembentukan  yang dimulai dari konsepsi (pembuahan) sel telur dengan sel sperma (Fauziah, 2012). Sedangkan menurut Rahmasari  (2012)  Kehamilan adalah suatu  proses pembuahan yang terjadi dengan sempurna dengan  mencakup usia kehamilan minggu 1 hingga  minggu 12  masa kehamilan.

Terjadinya pembuahan  akibat bersatunya sel telur dengan sel spermatozoa, kemudian diikuti oleh beberapa proses, pembelahan dan selanjutnya hasil konsepsi melakukan nidasi atau implantasi, maka selanjutnya hasil konsepsi mengalami pertumbuhan dan perkembangan (Rukiyah, 2009).

2. Tanda – tanda Kehamilan
Kehamilan dapat dilihat dari beberapa tanda kehamilan yaitu.

a. Berhenti Menstruasi merupakan berhentinya menstruasi dapat dilihat sebagai salah satu tanda kehamilan. Apabila saat tidak hamil, sebelumnya menstruasi datang secara teratur. Dimana, setiap bulan ovarium mengeluarkan sel telur yang matang. Jika tidak dibuahi, sel telur akan mengalami proses peluruhan yang dibarengi oleh pendarahan. Yang  diakibatkan oleh pembuluh darah di dinding rahim yang terkikis.  Jika terjadi pembuahan anatar sel telur yang matang dengan sperma.

b. Mual, muntah atau Morning Sickness
Merupakan tanda awal kehamilan yang biasa ditemukan pada ibu hamil. Tanda awal ditemukan pada awal kehamilan pada minggu kedua atau kedelapan setelah pembuahan. Rasa mual dan muntah yang dikarenakan aliran darah menerima peningkatan hormon yang tiba-tiba. Yang dapat dirasakan pagi hari hari atau malam hari, atau malah sepanjang hari.

c. Flek Pink,
akan dapat hilang setelah berhenti menstruasi, ibu mungkin akan mengalami sedikit perdarahan atau flek pink di awal kehamila.
Biasanya terjadi saat implantasi, yaitu sel telur yang sudah dibuahi menempel di dinding rahim yang terjadi sekitar seminggu hingga sepuluh hari setelah pembuahan terjadi.

d. Perubahan pada Payudara
yang di alami oleh ibu hamil terdapat di daerah berwarna hitam di sekitar puting (areola) akan berubah menjadi lebih gelap. Payudarah akan membesar karena adanya peningkatan hormon progesteron dan estrogen yang dapat berpengaruh pada siklus menstruasi dan kehamilan.

e. Sembelit
 sering mengalami sembelit yang diakibatkan oleh hormon progesteron yang menyebabkan kendurnya otot-otot rahim dan dapat juga mengendurkan otot-otot usus, sehingga daya dorongnya terhadap sisa makanan menjadi berkurang.

f. Sering berkemih
Disebabkan oleh tertekannya kandung kemih. Letak rahim dan kandung kemih yang bersebelahan membuat kandung kemih tertekan oleh rahim yang membesar pada trimester pertama.

g. Sakit Punggung
Saat hamil bisa terjadi karena adanya perubahan otot punggung. Rahim menjadi semakin besar akibat pertambahan berat janin dan cairan ketuban.

h. Mudah letih
disebabkan oleh keadaan tubuh yang menyesuaikan diri dengan adanya janin, biasa ditandai oleh adanya rasa pening.

i. Rasa  lelah
akan muncul pada awal kehamilan, terjadi karena tubuh ibu sedang berusaha menyesuaikan diri dengan perubahan hormonal yang terjadi daam tubuh ibu.

j. Hasil Tes Pack Positif
untuk mendapatkan kepastian hamil atau tidak, dapat dilakukan dengan menggunakan alat tes kehamilan. Tes dilakukan dengan menggunakan urin yang dilakukan jika kehamilan sudah memasuki usia 10-14 hari (Rahmasari, 2012).

3. Perubahan Fisiologis ibu hamil pada Trimester I

a. Perubahan fisiologis pada sistem reproduksi

Setelah konsepsi, uterus akan berkembang untuk menyediakan nutrisi dan perlindungan bagi janin yang akan berkembang dan tumbuh di dalamnya. Secara fisiologis perubahan yang dapat digambarkan pada masa konsepsi.

b. Perubahan pada sistem kardiovaskuler 

Perubahan sistem kardiovaskuler terjadi selama masa kehamilan dan sangat perlu dipahami bahwa perhatian pada wanita hamil normal  kehamilan dan persalinan, takut  tanggung jawab sebagai ibu, dapat  menyebabkan  konflik mental yang dapat mempererat mual dan muntah sebagai ekspresi tidak sadar terhadap keengganan menjadi hamil atau sebagai pelarian kesukaran hidup (Prawihardjo, 2002).

c. Sosial ekonomi juga menjadi faktor dan penentu dalam proses kehamilan yang sehat. Dengan ekonomi yang cukup, maka dapat memeriksa kehamilan dan melakukan persiapan yang baik. Persiapan yang baik awal kehamilan akan membuat proses kehamilan berlangsung dengan baik (Prawihardjo, 2002).  

3. Patofisiologi
Perasaan mual dan muntah pada saat kehamilan trimester pertama yang ditemukan pada minggu kedua atau kedelapan setelah pembuahan. Disebabkan karena peningkatan hormon estrogen (Rahmasari, 2012).
Pengaruh estrogen dan progesteron yang terjadi pengeluaran asam lambung yang berlebihan terutama di pagi hari (Rukiyah, 2009).

4. Tanda dan Gejala
Gejala klinik emesis gravidarum  adalah kepala pusing, terutama pada  pagi hari, disertai mual muntah sampai kehamilan 4 bulan (Manuaba, 2010). Akibat mual dan muntah dengan berkurangnya nafsu makan (Ai yeyeh, 2010).

Tanda – tanda emesis gravidarum berupa :

a. Rasa mual, bahkan dapat sampai muntah
Mual dan muntah ini terjadi 1-2 kali sehari, biasanya terjadi di pagi hari tetapi dapat pula terjadi setiap hari.
b. Nafsu makan berkurang
c. Barat badan menurun 
5. Penanganan 

Wanita dapat  mengatasi mual-mual dengan cara sederhana. Komposisi makanan seharusnya disesuaikan dengan tidak memakan yang mengandung lemak. Makanan dengan karbohidrat rendah sebaiknya dimakan lebih sering, ini terdiri atas biscuit dan teh (Rahmasari, 2012).

Diet yang disesuaikan untuk ibu hamil ketika bangun : seiris toast atau 2 biskuit kering cracker, dengan minuman teh encer.
8.00 :  Sarapan ringan dengan sereal atau toast dengan serial atau madu, dan mungkin teh ringan.
10.00  :  Toast dengan segelas susu, teh atau sari buah.
12.30  :  Makanan  siang sop degan tost atau cream cracker, beras atau mie dengan sayuran.
15.30  :  Teh, toast selai, jus buah, dan kue basah.
18.30 :  Makan malam. Daging atau ayam, sayuran hijau, kentang, salad dan   puding beras.
21.30  :  Minum teh,  susu hangat 

Hal diatas merupakan sebuah contoh. Jika mual terasa mengganggu, ibu sebaiknya berkonsultasi dengan dokter. Dalam beberapa kasus mual-muntah, obat-obatan dapat membantu calon ibumerasa lebih enak dan  mengatasinya dengan lebih mudah. Jika mual-mual terasa, obat anti-histamin (seperti cydizine atau meclozine) akan membantu. Jika muntah-muntahnya yang mengganggu dan lebih parah maka, obat dapat diberikan dengan metoclopramide yang diminum 3 kali sehari (Llewellyn Derek, 2005).